Jurnal : Etika, Profesi, dan Etika Profesi

ETIKA PROFESI DALAM SISTEM INFORMASI

1. Jatnika Sari (13110727)
2. Rezah Zulfikar (15110824)

Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi

Universitas Gunadarma


ABSTRAK

Profesi dalam semua bidang memiliki aturan masing-masing, termasuk pada profesi di bidang teknologi informasi. Aturan yang membatasi atau mengatur tingkah laku tersebut biasa disebut etika. Etika adalah aturan perilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antar sesamanya, serta menegaskan mana yang benar atau salah dan baik atau buruk. Profesi adalah pekerjaan yang mengandalkan suatu keahlian dan pendidikan. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi. Etika dalam sistem informasi berbeda dengan etika pada umumnya yang ada di masyarakat. Masalah etika dalam pengembangan dan pemakaian sistem informasi mencakup privasi, akurasi, property, dan akses.

Kata Kunci : Etika, Profesi, Sistem Informasi


1.   PENDAHULUAN

Berkembangnya teknologi yang semakin pesat saat ini secara tidak langsung menciptakan profesi di dalamnya. Profesi dalam semua bidang pasti memiliki aturan dan tata caranya masing-masing termasuk pada profesi di bidang teknologi informasi. Aturan dalam profesi dibuat untuk membatasi tingkah laku agar tidak menyimpang dari norma yang ada di masyarakat. Aturan yang membatasi atau mengatur tingkah laku tersebut biasa disebut etika.

Menurut para ahli, etika adalah aturan perilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antar sesamanya, serta menegaskan mana yang benar atau salah dan baik atau buruk. Etika juga berlaku dalam dunia sistem informasi. Namun saat ini, etika mendapat perhatian dalam pengembangan dan pemakaian system informasi. Masalah ini diidentifikasi oleh Richard Mason pada tahun 1986 (Zwass, 1998) yang mencakup privasi, akurasi, property, dan akses. Masih banyak yang belum mengetahui etika dalam system informasi ini. Padahal saat ini, sangat banyak orang yang berkecimpung di dunia system informasi.

2.   PEMBAHASAN

2.1   PENGERTIAN ETIKA

Etika berasal dari bahasa yunani yaitu “ethos” yang artinya karakter, watak, kesusilaan atau adat. Menurut Martin (1993), “etika adalah semacam standar yang mengatur tingkah laku pergaulan manusia dalam kelompok sosial”.

Kesimpulan dari beberapa ahli mengenai pengertian etika yaitu, “etika tidak lain adalah aturan perilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya, serta menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk”. Tujuan etika adalah untuk mendapatkan konsep mengenai penilaian baik buruk manusia sesuai dengan norma-norma yang berlaku.

Ada tiga alasan mengapa etika diperlukan, yaitu :
1. Kita hidup dalam masyarakat yang semakin pluralistis dan dihadapkan dengan sekian banyak pandangan moral yang seringkali bertentangan.
2. Kita hidup dalam masa transformasi masyarakat tanpa tanding. Transformasi ekonomi, intelektual dan budaya yang menantang budaya tradisional.dalam situasi ini, etika membantu agar kita tidak kehilangan orientasi.
3. Banyaknya tawaran ideologi sebagai penyelamat. Etika membantu kita agar sanggup menghadapi ideologi-ideologi itu dengan kritis dan objektif dan membentuk penilaian sendiri agar tidak mudah terpancing.

2.2   PENGERTIAN PROFESI

Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian. Istilah profesi adalah suatu hal yang berkaitan dengan jenis pekerjaan (occupation) yang sangat dipengaruhi oleh pendidikan dan keahlian, sehingga banyak orang yang bekerja tetapi belum tentu dikatakan memiliki profesi yang sesuai.

Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. Seseorang yang memiliki profesi tertentu disebut professional. Orientasi utama profesi adalah untuk kepentingan masyarakat dengan memanfaatkan keahlian yang dimiliki.

Dari penjelasan mengenai etika dan profesi di atas, maka dapat dilihat bahwa etika memiliki peranan dalam bidang profesi. Peranan etika dalam profesi tersebut adalah :
1. Kelompok profesi diharapkan akan mempunyai tata nilai untuk mengatur kehidupan bersama.
2. Salah satu golongan masyarakat yang memiliki nilai-nilai sebagai landasan dalam pergaulannya, baik dengan masyarakat umum maupun dengan sesama anggotanya sebagai professional.
3. Sorotan masyarakat semakin tajam manakala perilaku sebagian para angora profesi tidak didasarkan pada nilai-nilai pergaulan yang telah disepakati bersama.

2.3   ETIKA DALAM SISTEM INFORMASI

Masalah etika juga mendapat perhatian dalam pengembangan dan pemakaian sistem informasi. Masalah ini diidentifikasi oleh Richard Mason pada tahun 1986 (Zwass, 1998) yang mencakup privasi, akurasi, property, dan akses.

1. Privasi
Privasi menyangkut hak individu untuk mempertahankan informasi pribadi dari pengaksesan oleh orang lain yang memang tidak diberi ijin untuk melakukannya.

2. Akurasi
Akurasi terhadap informasi merupakan faktor yang harus dipenuhi oleh sebuah sistem informasi. Ketidakakurasian informasi dapat menimbulkan hal yang mengganggu, merugikan, dam bahkan membahayakan. Mengingat data dalam sistem informasi menjadi bahan dalam pengambilan keputusan, keakurasiannya benar-benar harus diperhatikan.

3. Properti
Perlindungan terhadap hak properti yang sedang digalakkan saat ini yaitu dikenal dengan sebutan HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual). Kekayaan Intelektual diatur melalui 3 mekanisme yaitu hak cipta (copyright), paten, dan rahasia perdagangan (trade secret).
a. Hak Cipta
Hak cipta adalah hak yang dijamin oleh kekuatan hukum yang melarang penduplikasian kekayaan intelektual tanpa seijin pemegangnya. Hak cipta biasa diberikan kepada pencipta buku, artikel, rancangan, ilustrasi, foto, film, musik, perangkat lunak, dan bahkan kepingan semi konduktor.
b. Paten
Paten merupakan bentuk perlindungan terhadap kekayaan intelektual yang paling sulit didapat karena hanya akan diberikan pada penemuan-penemuan inovatif dan sangat berguna. Hukum paten memberikan perlindungan selama 20 tahun.
c. Rahasia Perdagangan
Hukum rahasia perdagangan melindungi kekayaan intelektual melalui lisensi atau kontrak. Pada lisensi perangkat lunak, seseorang yang menandatangani kontrak menyetujui untuk tidak menyalin perangkat lunak tersebut untuk diserhakan pada orang lain atau dijual.

4. Akses
Fokus dari masalah akses adalah pada penyediaan akses untuk semua kalangan. Teknologi informasi malah tidak menjadi halangan dalam melakukan pengaksesan terhadap informasi bagi kelompok orang tertentu, tetapi justru untuk mendukung pengaksesan untuk semua pihak

2.4    ISU-ISU POKOK ETIKA KOMPUTER

1. Kejahatan Komputer
Kejahatan yang ditimbulkan karena penggunaan komputer secara ilegal (Andi Hamzah, 1998). Contoh: penyebaran virus, spam email, carding.

2. Cyber Ethics
Internet sebagai perkembangan di bidang komputer dapat berkomunikasi secara langsung dan sebagai peluang baru untuk berbisnis

3. E-commerce
Model perdagangan elektronik, sistem perdagangan yang menggunakan mekanisme elektronik yang ada di jaringan internet. Namun juga menimbulkan beberapa permasalahan seperti masalah pajak, perlindungan konsumen, pemalsuan tandatangan digital.

4. Pelanggaran hak kekayaan Intelektual
Informasi berbentuk digital sehingga mudah untuk disalin, menimbulkan keuntungan tapi juga menimbulkan permasalahan.

5. Tanggung Jawab Profesi
Munculnya kode etik profesi untuk memberikan gambaran adanya tanggungjawab bagi para pekerja di bidang komputer untuk menjalankan tugas dan fungsinya secara profesional dengan baik.
  
3.   KESIMPULAN

Etika adalah aturan perilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antar sesamanya, serta menegaskan mana yang benar atau salah dan baik atau buruk. Istilah profesi adalah suatu hal yang berkaitan dengan jenis pekerjaan (occupation) yang sangat dipengaruhi oleh pendidikan dan keahlian. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. Etika berlaku dalam semua profesi termasuk profesi di bidang system informasi. Tetapi, etika dalam system informasi berbeda dengan etika pada umumnya yang ada di masyarakat. Masalah etika dalam pengembangan dan pemakaian sistem informasi mencakup privasi, akurasi, property, dan akses.

Referensi :
[Akses 18 Maret 2014]
[Akses 21 Maret 2014]

0 komentar:

Posting Komentar